Target Zarco di Musim Ini Bukan Juarai MotoGP 2020, tapi untuk Pamer ke Ducati

Berkat penampilan apiknya itu, Zarco mampu menjadi pembalap tercepat ketiga di kualifikasi MotoGP Styria 2020. Sayang, semua usaha Zarco itu percuma karena sejak awal ia tahu bahwa harus mengawali balapan dari pit lane.
Hal itu harus dilakukan Zarco karena ia menerima hukuman dari Federasi Balap Motor Internasional (FIM). Ia tepatnya dinyatakan bersalah atas insiden horor yang melibatkan dirinya dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) di balapan MotoGP Austria 2020.
Zarco pun sebenarnya masih bisa melakukan banding. Namun ia memutuskan menerima sanksi tersebut karena tak mau masalah menjadi semakin runyam jika pada akhinya bandingnya ditolak FIM.
Lagipula mengawali balapan dari pit lane bagi Zarco bukanlah hal yang baru. Apalagi sejak awal ia memang tak berniat sama sekali untuk menjadi kandidat juara dunia MotoGP 2020.
Zarco mengaku alasannya berusaha tampil baik Bersama Reale Avintia di musim ioni karena ia ingin pamer kepada Ducati. Ia ingin pamer kemampuan agar Ducati mau menaruhnya di tim Ducati yang lain, baik itu di Pramac atau tim pabrikannya pada musim depan.
Sebab Zarco sangat ingin mengendarai motor Desmosedici yang lebih baik pada balapan MotoGP 2021. Seperti yang diketahui, Bersama Reale Avintia Zarco hanya dapat mengendarai motor Ducati musim lalu, yakni Desmosedici GP19.
Jadi, menolak melakukan banding dan mengawali balapan dari pit lane bukanlah sesuatu yang dianggap Zarco adalah hal yang menakutkan. Baginya semua hukuman itu takkan membuat kariernya hancur seketika.
“Target saya (di MotoGP 2020) adalah tetap bersama Ducati dan mendapatkan motor terbaik. Itu bukanlah rencana bermain untuk kejuaraan musim ini, jadi memulai dari pit lane pada balapan akhir pekan ini bukanlah akhir dari dunia,” terang Zarco, mengutip dari Crash, Minggu (23/8/2020).



Tidak ada komentar: