Header Ads

test

Rossi Harap Pengawas Balapan Lebih Tegas Tegakkan Aturan

https: img.okezone.com content 2020 08 22 38 2265590 rossi-harap-pengawas-balapan-lebih-tegas-tegakkan-aturan-UxgNj09M7N.jpg

HOBI4D - Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, mendesak agar pengawas balapan lebih tegas dalam menegakkan aturan saat lomba. Ketegasan diperlukan agar tidak lagi terjadi kecelakaan hebat seperti pada MotoGP Austria 2020 di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg.

Sebagaimana diberitakan, lomba MotoGP Austria 2020 pekan lalu diwarnai kecelakaan hebat pada putaran kesembilan. Insiden diawali senggolan antara Johann Zarco dari Tim Reale Avintia Ducati dengan Franco Morbidelli. Aksinya menghalangi pembalap Tim Petronas Yamaha SRT itu berbuah kecelakaan.

Keduanya bersenggolan ketika Franco Morbidelli berusaha menyalip di titik pengereman. Akibat senggolan itu, keduanya tersungkur di gravel. Motor YZR M-1 milik pembalap asal Italia itu terbang dan nyaris menghantam Valentino Rossi ketika masuk tikungan tiga Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg.

Keberuntungan The Doctor tidak berhenti sampai di sana. Ketika keluar dari tikungan, giliran motor Desmosedici GP19 milik Johann Zarco yang nyaris menghantam kepalanya. Setelah nyaris sepekan, kedua pembalap yang terlibat kecelakaan baru dipanggil oleh stewards.

Lambatnya pergerakan pengawas balapan itu membuat Valentino Rossi kesal. Menurutnya, Johann Zarco dan Franco Morbidelli seharusnya sudah dipanggil untuk dengar pendapat setelah balapan, alih-alih seminggu kemudian.

Memang sulit untuk bekerja sebagai pengawas balapan. Namun, mereka harus berani berbicara dengan pembalap langsung setelah balapan. Sangat sulit dimengerti mengapa mereka butuh waktu sepekan untuk berbicara dengan keduanya

Pria berusia 41 tahun itu meminta agar pengawas balapan lebih tegas dalam menegakkan aturan dan mengambil putusan. Valentino Rossi berharap pengawas bebas dalam mengambil putusan akhir dari tekanan-tekanan pihak tertentu.

Pada akhirnya, mereka harus mengambil keputusan tanpa tekanan dari luar atau tim lain. Mereka harus berbicara sepenuhnya tentang keselamatan pembalap. Itu adalah aspek paling penting dan harus ketat.

Dari hasil dengar pendapat, Johann Zarco akhirnya dijatuhi hukuman memulai balapan dari pitlane. Hukuman itu berlaku untuk MotoGP Styria 2020 akhir pekan ini setelah yang bersangkutan dinyatakan fit untuk balapan.

Sementara itu, pihak pengelola Sirkuit Red Bull Ring memodifikasi lokasi kecelakaan, yakni tikungan tiga, demi menjamin keamanan. Teralis besi yang dipasang, untuk sementara dicopot, karena di area tersebut sering terjadi kecelakaan. Keberadaan teralis besi amat berbahaya bagi pembalap yang meluncur dari lintasan ke gravel.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.