Header Ads

test

Lorenzo Ungkap Betapa Sulitnya Jinakkan Motor Honda.

https: img.okezone.com content 2020 08 27 38 2268675 lorenzo-ungkap-betapa-sulitnya-jinakkan-motor-honda-OzPYKYwaNF.jpg

HOBI4D - Jorge Lorenzo membeberkan pengalamannya membela Tim Repsol Honda di MotoGP. Lorenzo mengakui betul bahwa dirinya benar-benar berhasil dibuat tidak berkutik untuk bisa menjinakkan motor Tim Honda, yakni RC213V.

Sebagaimana diketahui, Lorenzo memang sempat membela Tim Honda selama semusim atau tepatnya di MotoGP 2019. Kehadiran Lorenzo sendiri sempat digadang-gadang bakal menciptakan duet maut dengan Marc Marquez di Tim Honda.

Akan tetapi kenyataannya justru berbanding terbalik. Ya, Lorenzo justru gagal total sebagai seorang pembalap Tim Honda. Bagaimana tidak dari 19 balapan yang berlangsung, Lorenzo tidak pernah sekalipun finis di posisi 10 besar.

Situasi tersebut pun akhirnya membuat X-Fuera –julukan Lorenzo– harus puas menutup MotoGP 2019 dengan menempati posisi ke-19 dengan torehan 28 poin. Itu menjadi musim terburuk Lorenzo dalam kariernya sebagai pembalap profesional.

Lorenzo sendiri akhirnya memutuskan pensiun dari dunia balap di akhir musim MotoGP 2019. Pada MotoGP 2020, pria berkebangsaan Spanyol tersebut dipercaya sebagai pembalap pengembang Tim Yamaha.

Lorenzo pun lalu bercerita mengenai pengalaman pahitnya selama membela Tim Honda. Pemilik tiga gelar juara dunia MotoGP tersebut mengakui betapa sulit baginya untuk bisa menaklukkan motor Tim Honda, RC213V.

Honda memiliki sepeda motor yang benar-benar sangat rumit, terutama area depannya. Terdapat pembalap yang merasa ban depan tidak penting, ada juga yang merasa sangat krusial.

Dalam kasus saya, stabilitas ban depan sangat penting dan saya lebih kesulitan dari yang lain. Pada saat ini, hanya Marc yang mampu meraih kemenangan dengan motor itu.

Menurut saya, motor itu lebih ramah pada semua orang pada saat era Casey Stoner dan Dani Pedrosa, karena para pembalap Honda lain saat itu juga tampil baik, seperti Marco Simoncelli, Alvaro Bautista, dan lainnya.

Sejak Marc datang, ia memang juara enam kali dalam tujuh tahun terakhir, tapi motornya jadi sangat ekstrem karena Honda sangat fokus mengikuti arahannya. Padahal gaya balapnya lain dari yang lain. Jadi jelas ini memberi dampak negatif pada pembalap lain.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.