Header Ads

test

MS Hidayat: Di Kantor Luhut, Bamsoet Diminta Mundur dari Munas Golkar

MS Hidayat: Di Kantor Luhut, Bamsoet Diminta Mundur dari Munas Golkar

HOBI4D - Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan tak jadi bertarung di Munas Golkar yang akan dibuka malam ini, Selasa (3/12) sekitar pukul 19.00 WIB. Bamsoet memutuskan hal itu setelah bertemu dengan Airlangga Hartarto, Aburizal Bakrie dan Luhut Panjaitan di Kantor Kemenko Kemaritiman.
Anggota Dewan Pembina GolkarMS Hidayat yang sejak awal mendukung pencalonan Bamsoet mengaku pasrah. Dia mengungkapkan, Bamsoet diminta mundur dalam pertemuan itu.
"Tadi jam 3 siang di kantor Pak Luhut, dia diminta menyatakan mundur dari pencalonan. Ya sudah," jelas MS Hidayat kepada merdeka.com, Selasa (3/12).

Munas Golkar Belum Demokratis

MS Hidayat memprediksi, pertarungan Munas Golkar akan berlangsung musyawarah mufakat. Dia melihat, Munas tidak akan berlangsung voting seperti prediksi awal.
"Saya belum bisa komentar, sepintas kelihatan pemilihan yang demokratis, bebas, rahasia, belum bisa terlaksana di Partai Golkar ini," tambah dia.
Diberitakan sebelumnya, Bamsoet, Airlangga, Aburizal dan Luhut bertemu di Kantor Kemaritiman, Jakarta siang tadi. Usai setengah jam bertemu, Bamsoet memutuskan mundur dari pencalonan ketum Golkar.

4 Alasan Mundur

Bamsoet menjelaskan, setelah mengamati perkembangan Munas Golkar yang semakin panas. Kedua situasi nasional yang memerlukan situasi politik yang kondusif dan menjaga harapan mempertahankan pertumbuhan ekonomi atas ancaman ekonomi global.
"Kemudian berikutnya adalah nasihat pandangan dan pendapat para senior khususnya wujud dan ketua dewan pembina Aburizal Bakrie menasihati agar setelah melakukan koordinasi dan mendengar masukan dari para dewan pakar," kata Bamsoet di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (3/12).
Keempat, lanjut Bamsoet, semangat rekonsiliasi yang telah disepakati bersama dengan kedua tim ke depannya tidak ada lagi kubu-kubuan, yang ada hanya pro Golkar dan Indonesia maju.
"Maka dengan semangat rekonsiliasi yang telah kita sepakati bersama maka demi menjaga soliditas dan menjaga keutuhan Partai Golkar maka saya pada sore hari ini menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat Ketua umum Partai Golkar.

Jaga Soliditas

Bamsoet berharap, soliditas dan kekompakan Partai Golkar dalam menjaga situasi internal yang harus terus-menerus terjaga dengan baik menghadapi berbagai tantangan baik ekonomi maupun politik yang terpenting adalah kemenangan Pemilu 2024.
"Saya harapkan kepada para pendukung saya untuk kembali merajut soliditas," tutup Bamsoet.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.