FAKTA-FAKTA JANDA BERANAK 1 TEWAS DI BUNUH SELINGKUHANNYA SEORANG SISWA SMK
Bandar togel - Polisi berhasil mengungkap pembunuhan Aidatul lazah (20) Aidatul adalah janda beranak satu. Dia meninggal karena lehernya dililit menggunakan tali tampar warna biru.
Bgaimana kisah tragis tersebut ? simak ringkasan Tribunjakarta :
1. Tewas Dijerat tali
Aidatul adalah warga Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem. Kecamatan Dnder , Bojonegoro , Jwa Timur.
Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan mengatakan korban dibunuh dengan cara lehernya dililit menggunakan tali tampar warna biru.
Lalu setelah dijerat lehernya. pelaku memastikan korban masih hidup atau tidak. Setelah dicek mungkin masih ada nafas, sehingga dihabisi secara sadis bagian mukanya hingga wajah dan bagian kepala rusak atau luka berat.
2. Pelaku ditetapkan sebagai tersangka
Satreskrim Polres Bojonegoro telah menetapkan satu orang tersangka yang tidak lain masih pelajar SMA. Pelaku diketahui berinisial AN ST (19), warga Desa Sumodikaran "Sudah kita tangkap pelakunya, kita jerat pasal 340 KUHP dan 338 KUHP Ancaman pidana mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun."kata Kapolres.
3. Korban dalam kondisi hamil
Dari hasil visum yang dilakukan, korban ternyata dalam kondisi hamil. Usia kehamilan diperkirakan sudah 24 minggu lamanya.
"Hasil visum korban hamil enam bulan adau 24 minggu," kata Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan saat ungkap kasus, Jumat (29/11/2019).
4. Hubungan asmara pelaku dengan korban
Hasil pemeriksaan pelaku pembunuhan mengaku punya hubungan asmara dengan korban . pelaku sudah mengenal korban sejak juli 2019, awal kenalmya melalui jejaring Facebook lalu hingga akhirnya keduanya memiliki hubungan khusus.
"Sudah saling kenal, punya hubungan punya hubungan khusus antara pelaku yang masih pelajar dan korban yang statusnya janda satu anak itu," terangnya
Ditambahkan, perwira berpangkat dua melati dipundak tersebut. dari data yang dikmbangkan pelaku kerap diminta pertanggungjawaban atas kehamilan korban.
Bahkan, pelaku juga kerap dimintai uang oleh korban dan menurut pengakuannya itu sering dilakukan.
"Dari keterangan, pelaku diminta bertanggung jawab atas kehamilan korban yang sudah usia 24 minggu atau enam bulan, tapi tidak tahu buah dari siapa. Kita baru sebatas mendalami kasus pembunuhannya,"
5. Penyesalan pelaku
Saat ditanya petugas, sambil menundukan kepala, AN ST yang merupakan warga Sumodikaran itu menyesali perbuatan yang dilakukan.
"Menyesal atas pembunuhan yang saya lakukan kepada Aidatual Izah," katanya sambil menjawab lontaran pertanyaan awak media.
Pelajar tersebut juga tak menyangkan bisa melakukan hal itu kepada janda yang tak lain merupakan tetangga desanya tersebut.
Namun dia mengungkapkan, jika kerap diminta uang oleh korban dan itu sering.
Atas sejumlah desakan itulah pelaku tega menghabisi nyawa janda di sekitar saluran irigrasi.
"Saya diminta tanggung jawab atas kehamilan dan sering dimintai uang juga," bebernya sambil digiring petugas ketahanan.
Kini tersangka harus menjalani proses hukum atas perbuatannya. Pelaku dijerat pasal 340 KUHP dan 338 KUHP, ancaman pidana mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.
6. Penemuan mayat korban
Seperti di beritakan sebelumnya, seorang siswa SMA si Bojonegoro ditanggkap setelah menjadi tersangka kasus pembunuhan janda muda berusia 20 tahun,
Kronologi kasus siswa SMK Bojonegoro bunuh janda muda itu pun dibongkar polisi.
Kasus pembunuhan ini terungkap saat mayat seorang wanita ditemukan di parit irigrasi Bojonegoro sebelah waduk di Desa Sumodikiran, kecamatan Dander, Senimn (25/11/2019) siang,
Mayat tersebut ditemukan oleh Fiki Firmanssyah (17), yang saat itu buang air kecil di dekat irigrasi.
Setelah mengetahui mayat dalam kondisi tengkurep, lalu dia melapor ke polsek setempat.
"saya mau kencing, lalu melihat ada sosok mayat," ucap saksi.
Mayat perempuan itu mengenakan kausmerah dan hanya memakai celana dalam warna putih.
Jarak 25 meter terdapat celana panjang bermotif bunga yang diduga milik korban.
![]() |





Tidak ada komentar: